SEKSI KESELAMATAN DAN PERBENGKELAN

SEKSI KESELAMATAN DAN PERBENGKELAN

(1) Seksi keselamatan dan perbengkelan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Keselamatan dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan pemberian bimbingan di Bidang Keselamatan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Kepala Seksi Keselamatan dan Perbengkelan mempunyai tugas:
a. menyusun program kegiatan Seksi Keselamatan dan Perbengkelan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku;
b. menjabarkan perintah atasan melalui pengkajian permasalahan dan peraturan yang berlaku agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya,memberi petunjuk dan arahan secara lisan maupun tertulis guna meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas;
d. melaksanakn koordinasi dengan semua kepala sub bagian, Kepala Seksi dan Kepala UPTD di lingkungan Dinas Perhubungan untuk mendapatkan masukan, informasi guna mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja yang optimal;
e. mengadakan pendataan semua bengkel umum dan bengkel karoseri kendaraan bermotor agar diketahui jumlah bengkel umum dan bengkel karoseri kendaraan bermotor, serta diketahui pula permasalahan-permasalahan yang ada dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah;
f. memberikan rekomendasi pada pemilik bengkel karoseri kendaraan bermotor baru dengan mengadakan sosialisasi bagi para pengusaha bengkel umum dan bengkel karoseri kendaraan bermotor;
g. menyelenggarakan sosialisasi bagi karyawan bengkel umum dan bengkel karoseri kendaraan bermotor untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilansehingga dapat meningkatkan pelayanan,memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pemakainya;
h. menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pemeriksaan dan pemeliharaan kendaraan tidak bermotor;
i. mengawasi peredaran dan penjualan suku cadang kendaraan tidak bermotor serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan penjual suku cadang dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengemudi maupun penumpang;
j. melaksanakan registrasi dan pendataan kendaraan tidak bermotor dengan mengadakan survey di wilayah kabupaten yang meliputi: dokar, gerobag, sepeda biasa, sepeda jenis sport, dan becak untuk pengendalian dan pengawasan;
k. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan;
l. membuat laporan pelaksanaan tugas kepada pejabat yang berwenang;
m. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan pengambilan kebijakan di bidang keselamatan dan perbengkelan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan
n. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan.
Share